Mengenal
Sektor Perikanan Di Pekalongan
Pekalongan
adalah salah satu kota pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang berbatasan
dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Batang di timur, serta Kabupaten
Pekalongan di sebelah selatan dan barat. Kota Pekalongan memiliki luas daratan 4.525 Ha atau 45,25 km2.
terdiri atas 4 kecamatan, yakni Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, Pekalongan
Timur, dan Pekalongan Selatan. Kota ini terletak di jalur Pantura yang
menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Pekalongan berjarak 101 km sebelah
barat Semarang, atau 384 km sebelah timur Jakarta. Pekalongan dikenal dengan
julukan kota batik, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan
variatif. Kota Pekalongan masuk jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts
& folk art pada Desember 2014 dan memiliki city branding World's city of
Batik. Selain terkenal dengan batiknya kota Pekalongan juga memiliki potensi
perikanan yang maju dalam segi penangkapann, budidaya, dan juga hasil
pengolahannya.
Potensi
perikanan tangkap di Pekalongan yang berlimpah harus dimanfaatkan dengan bijak
memperhatikan lingkungan alam sekitar dengan cara tidak menangkap ikan secara berlebihan
(over fishing) jangan sampai menyebabkan kelangkaan ikan, ikan yang sebagian
besar ditangkap oleh nelayan pekalongan yaitu lemuru, tongkol, dan layang yang
biasanya dijual dengan harga relatif stabil seperti harga ikan tongkol sekitar
Rp18 ribu per kilogram, ikan layang Rp17 ribu/ kilogram, dan ikan kembung Rp22
ribu/kilogram . Hasil produksi penangkapan ini semakin bertambah seiring
berjalannya tahun dan kondisi cuaca buruk yang bisa mempengaruhi hasil
tangkapan nelayan di TPI karena sebagian
besar nelayan setempat menggunakan kapal berbobot di atas 80 gross tone (GT).
Hasil dari produksi penangkapan dipekalongan tersebut ada yang langsung diolah
oleh industri perumahan kecil menjadi ikan asin, ikan asap, ikan pindang, nuget
ikan dan masih banyak produk - produk hasil pengolahan lainnya, selain itu hasil penangkapan juga diekspor ke sejumlah negara Asia dan Eropa, antara
lain Tiongkok, Korea selatan dan Kanada. Dari tahun 2015, nilai ekspor ikan
mampu mencapai USD4.741.773,44 atau naik dibanding tahun sebelumnya
USD3.152.450,81. Volume ikan, juga mengalami hal yang sama yaitu pada 2015
sebanyak 2.194.141,70 kilogram atau naik dibanding tahun sebelumnya 1.107.345,
81 kilogram, dalam kegiatan ekspor ini pemerintah menggandeng empat perusahaan
yaitu PT Maya Food Industries, PT Philips Sea Food Indonesia, PT Blue Sea
Industry, dan PT Nam Kyung Korea Indonesia .
Selain
sektor penangkapan, sektor budidaya juga ikut dalam menunjang produk penghasil
ikan di kota Pekalongan, potensi budidaya tersebut berupa rumput laut,
tambak air tawar dan tambak air payau. Jenis
ikan yang biasanya dibudidaya oleh nelayan Pekalongan dengan air payau yaitu
udang dengan jenis vanamee, windu dan ikan bandeng, sedangkan air tawar yaitu
ikan nila, lele, mujair, dan bawal. Selain ikan konsumsi yang dibudidaya ada
juga beberapa jenis ikan hias yang dibudidaya seperti ikan koki, koi, guppy,
cupang, black molly, melantis dan manfish. Permintaan pasar ikan hias terutama
cupang cukup besar dilihat dari penjualan para pembudidaya ikan yang mampu
menjual 4000 ekor ikan cupang tiap bulan dengan nilai jual mencapai Rp.
8.000.000, selain itu ikan - ikan berkualitas bisa dijual dengan harga berkisar
Rp. 50.000 hingga Jutaan rupiah per ekornya, tentu saja hal ini dengan kriteria
dan tampilan ikan yang baik. Nilai produksi ikan hias kota Pekalongan pada
tahun 2016 mencapai Rp.22,244,000,000,- yang mana ikan cupang menjadi
penyumbang terbesar produksi dengan nilai Rp. 8,743,500,000,- ditambah ikan
hias lain seperti Manfish, Koki, Guppy, Melantis, hasil produksi ikan hias ini untuk
memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, nasional bahkan di ekspor ke luar negeri, untuk
meningkatkan nilai jual dan kualitas ikan hias terutama ikan cupang dan guppy,
para pembudidaya kedua jenis ikan ini sering mengikuti kontes yang diadakan
didalam maupun diluar kota yang tentunya diiringi dengan berbagai penghargaan
maupun trophy yang cukup membanggakan sebagai bukti kualitas ikan hias kota
Pekalongan. Jumlah pelaku pembudidaya di wilayah Pekalongan sebanyak 898 orang
yang tergabung dalam 65 kelompok petani budidaya dan pasti seiring berjalannya
waktu akan bertambah. Hasil produksi perikanan budidaya di wilayah Pekalongan
sebenarnya cukup berlimpah tetapi beberapa bulan ini mengalami beberapa kendala
yang mengakibatkan turunya jumlah produksi perikanan budidaya, kendala tersebut
berupa rob yang mengenangi lahan tambak yang ada diwilayah pekalongan utara dan
kendala lain berupa kendala dalam
pengembangannya, antara lain masalah permodalan, sarana dan prasarana budi daya
yang belum maksimal, serta penyerapan teknologi dan sumber daya manusia (SDM)
yang diharapkan pemerintah dan dinas perikanan Pekalongan dapat mencari solusi
guna menanggulangi masalah yang dihadapi terutama bencana rob yang beberapa
bulan ini melanda para pelaku pembudidaya yang ada di wilayah Pekalongan.
Potensi
perikanan di Pekalongan yang cukup melimpah ini harus diimbangi dengan sumber
daya manusia (SDM) yang baik supaya dalam pemanfaatannya dapat optimal sehingga
dapat menambah pendapatan daerah kota
Pekalongan dan mensejahterakan warga pesisir Pekalongan, tetapi juga harus memperhatikan
aspek alam sekitar supaya tetap lestari. Pemerintah juga harus bisa membibing
para pelaku perikanan di Pekalongan supaya dapat lebih fokus untuk meningkatkan
hasil produksi perikanan diberbagai sektor yang menjadikan Pekalongan unggul dalam
produksi perikanan agar Pekalongan dapat bersaing dengan wilayah lain yang ada
dipesisir pulau Jawa.

0 komentar:
Posting Komentar